PROGRAM dan Sistem PENDIDIKAN
Dalam menjalankan roda pendidikan untuk mewujudkan visi, misi dan menghantarkan alumni dengan bekal yang memadai, Al Fatah menerapkan Program Kurikulum Terpadu (Multi Triple Curriculum), yaitu Kurikulum Depag dan Diknas (mengacu pada penguasaan iptek), dan Kurikulum Pesantren Salafiyah dan modern (mengacu pada penguasaan Al Ahkamu Asy Syariyah, dan penguasaan bahasa Arab/ Inggris). Kurikulum tersebut diramu dan disajikan untuk melahirkan generasi-geneasi yang berakhlak karimah atas dasar syariat islamiyah dan membentuk kepribadian yang luhur.
Al Fatah memberikan perhatian yang besar pada pembinaan bahasa Arab dan Inggris secara aktif dan intensif. Kedua bahasa tersebut, selain dijadikan sebagai bahasa pengantar untuk sebagaian besar mata pelajaran, juga dijadikan sebagai bahasa percakapan harian santri. Bahasa Arab dipandang amat penting karena merupakan bahasa Quran dan Sunnah, di samping merupakan bahasa komunikasi dunia Islam, sedangkan bahasa Inggris dianggap penting karena merupakan bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta bahasa komunikasi internasional.
Jenjang Pendidikan
Jenjang pendidikan yang dilaksanakan memiliki empat tahapan yang kesemuanya mengacu pada “Kurikulum Terpadu”. Keempat jenjang tersebut adalah
1. Tingkat Raudatul Athfal/ RA,
2. Tingkat Madrasah Ibtidaiyah,
3. Tingkat Madrasah Al Mutawasithoh (SLTP),
4. Tingkat Madrasah Al Tsanawiyah (SLTA) regular, dan
Halaqoh Diniyah/ MK
a. Raudatul Athfal (RA)
Raudatul Athfal (RA) adalah lembaga pendidikan prasekolah yang menjadikan agama Islam sebagai identitas kelembagaannya. Raudatul Athfal Al Fatah bertujuan meletakkan dasar perkembangan sikap, prilaku, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik agar menjadi Muslim yang menghayati dan mengamalkan agamanya serta sanggup menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Raudatul Athfal Al Fatah memiliki program kegiatan belajar yang meliputi
1. agama Islam,
2. kedisiplinan,
3. kemampuan berbahasa,
4. daya pikir,
5. daya cipta,
6. perasaan/ emosi,
7. kemampuan bermasyarakat,
8. keterampilan, dan
9. kegiatan jasmaniah.
b. Madrasah Ibtidaiyah (MI)
MI Al Fatah berdiri sejak tahun 1976, tidak lama setelah perkampungan Muhajirun didirikan. Sejak tahun 1994 madrasah ini telah mendapat status diakui dari Departemen Agama. Selama 6 (enam) tahun dalam pembinaan intensif diharapkan meraka dapat memiliki kemampuan (kompetensi) dasar, yaitu:
- memiliki akhlaqul karimah dalam pergaulan bermasyarakat,
- mampu membaca al Quran dengan benar dan hafal Quran juz ke 30 dan hadits 101,
- mempu melaksanakan ibadah dengan baik dan benar, dan
- memiliki dasar-dasar pengetahuan untuk melanjutkan ke Al Mutawasithoh
Kurikulum
Program pengajaran yang diterapkan di Ibtidaiyah memberikan porsi yang sama terhadap pengetahuan agama dan pengetahuan umum, yaitu:
1. tahafidzul Quran,
2. tahfidzul Hadits,
3. nahwu Shorof,
4. quran Hadits,
5. aqidah Akhlak,
6. fiqih,
7. bahasa Arab, dan
8. sejarah Islam
9. bahasa Indonesia,
10. bahasa Inggris,
11. Ilmu Pengethauan Sosial (IPS),
12. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA),
13. matematika,
14. kesehatan,
15. keterampilan, dan
16. pendidikan Jasmani
c. Madrasah Tsanawiyah (MTs./SLTP)
Madrasah Tsanawiyah adalah setingkat MTs/SLTP. Lama pendidikan 3 (tiga) tahun merupakan program yang disiapkan untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan inti di dalam Al Fatah.
Setelah mereka menyelesaikan program studinya di tingkat Tsanawiyah, mereka sudah memiliki kemampuan (kompetensi) tingkat dasar. Kompetensi itu adalah:
- memiliki akhalqul karimah,
- mampu menghafal Quran minimal 3 juz dan 200 hadits,
- mampu melaksanakan ibadah dengan baik dan benar,
- mempu mengartikan al Quran dan kitab-kitab berbahasa Arab tingkat dasar,
- memapu berkomunikasi dalam bahasa Internasional, dan
- mempunyai bekal ilmu pengetahuan untuk melanjutkan ke Tsanawiyah (SLTA)
Kurikulum
Program pengajaran yang diterapkan di Tsanawiyah memberikan porsi yang sama terhadap pengetahuan agama dan pengetahuan umum, yaitu:
1. Bahasa Arab,
2. Mutholaah,
3. Insya,
4. Khot Imla dan Mahfuzot,
5. Nahwu Shorof,
6. Tafsir dan Tarjamah,
7. Tajwid,
8. Tarbiyah,
9. Fiqih,
10. Tauhid,
11. Al Jamaah
12. Tarikh Islam,
13. Bahasa Indonesia,
14. Bahasa Inggris,
15. Matematika,
16. Fisika,
17. Biologi,
18. Sejarah,
19. Ekonomi, dan
20. Geografi
d. Madrasah Aliyah (MA/SLTA)
Madrasah Aliyah merupakan pendidikan inti dari Al Fatah. Siswa dan siswi yang berasal dari berbagai pelosok Indonesia tinggal di asrama. Jenjang pendidikan berlangsung selama 3 (tiga) tahun dengan menerapkan kurikulum lokal (pesantren) dan negeri (Depag).
Lulusan MA dapat melanjutkan studinya ke berbagai universitas negeri dan swasta, baik fakultas umum maupun agama. Mereka mengikuti program pendidikan formal berstatus diakui, dengan jurursan IPA dan IPS.
Setelah mereka menyelesaikan program studinya di tingkat Aliyah, mereka sudah memiliki kemampuan (kompetensi) yang meliputi:
- memiliki akhalqul karimah,
- mampu menghafal al Quran minimal 2 juz dan 200 hadits,
- mampu melaksanakan dan memimpin ibadah dengan baik dan benar,
- mampu berdakwah dan berkomunikasi dalam bahasa Internasional, dan
- mempunyai lifeskill (keterampilan hidup) yang cukup untuk terjun di tengah-tengah masyarakat dan atau bekal ilmu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Kurikulum
Kurikulum pelajaran dan kurikulum kegiatan diramu dalam paket pelajaran dengan menggunakan berbagai metode kreatif. Ahlu Shuffah didorong untuk memahami cara belajar mandiri di dalam kelas, di perpustakaan, di laboratorium atau di luar kelas (out bond study). Asatid/ guru berfungsi sebagai fasilisator, dinamisator, dan pembimbing. Muatan kurikulum terdiri atas
1. Al Jamaah,
2. Tauhid,
3. Bahasa Arab,
4. Tarekh,
5. Nahwu Shorof,
6. Fikih ubudiyah dan muamalah,
7. Fikih dakwah,
8. Tafsir,
9. Ilmu Tarbiyah,
10. Ekonomi Syariah,
11. Kimia,
12. Matematika,
13. Bahasa Inggris,
14. Bahasa Indonesia,
15. Fisika,
16. Geografi,
17. Biologi,
18. Tata negara,
19. Sosiologi,
20. Sejarah, dan
21. Antropologi
e. Halaqoh Diniyah/ Madrasah Keagamaan
Sejak tahun 1997, yang perintisannya mulai tahun 1975 telah dibuka program kajian syariat Islam dengan materi berbahasa Arab. Program ini bertujuan untuk mendidik calon ulama bagi mereka yang hendak memperdalam diri pada bidang agama.
Lulusan Halaqoh dijamin dapat melanjutkan studinya ke berbagai perguruan tinggi berbasis agama baik dalam maupun luar negeri. Karena, selama 6 (enam) tahun. mereka telah dididik dan dibekali berbagai kemampuan (kompetensi), yaitu:
- memiliki akhalqul karimah,
- mampu menghafal Quran minimal 4 juz dan 300 hadits,
- mampu melaksanakan dan memimpin ibadah dengan baik dan benar,
- mampu berdakwah dan berkomunikasi dalam bahasa Internasional,
- mempunyai pengetahuan tentang perbandingan Mazhab dan Agama,
- mampu memahami kitab-kitab dan buku-buku yang berbahasa Arab dan Inggris, dan
- mempunyai lifeskill (keterampilan hidup) yang cukup untuk terjun di tengah-tengah masyarakat dan atau bekal ilmu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Kurikulum
Program pengajaran yang diterapkan di Halaqoh Diniyah/ Madrasah Keagamaan memberikan porsi 80 % pengetahuan agama dan 20 % pengetahuan umum, yaitu
- Al Jamaah,
- Tafsir Quran,
- Mustholah Hadits,
- Fiqih,
- Tarikh,
- Bahasa Arab,
- Nahwu Shorof,
- Adabut talim,
- Tauhid,
- Didaktik metodik,
- Ilmu dakwah,
- Bahasa Inggris,
- Bahasa Indonesia,
- Matematika,
- Ekonomi, dan
- Sains.
Tenaga Pengajar
Pendidikan di Al Fatah diasuh oleh tenaga-tenaga pendidik yang berpengalaman dalam bidang masing-masing. Mereka lulusan dari Gontor, Assalam, LIPIA, IPB, UNS, Unila, Unsri, Unjem, IKIP, IAIN, dll.
Metode Pengajaran
Metode pengajaran yang diterapkan di Al Fatah adalah menggunakan metode siswa aktif dalam bentuk “Learning is Fun”. Kegiatan menitikberatkan pada “How to Learn, How to Do dan How to Be”. Santri dapat lebih santai dan segar tanpa ada rasa jemu, apalagi merasa terbebani. Bahkan, semangat kompetitif lebih dimungkinkan karena mereka menyadari bahwa belajar adalah suatu kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
Selain metode di atas, juga diterapkan metode outbond study, yaitu sistem belajar yang dilaksanakan di luar kelas untuk melakukan penelitian dan pengamatan sebagai refleksi terhadap penguasaan pengetahuannya.
Secara sederhana, penggunaan metode di atas dapat diringkaskan sebagai berikut
1. Metode klasikal dikombinasikan dengan akselerasi yang memungkinkan seseorang menyelesaikan tahapan belajarnya tanpa menunggu kenaikan kelas secara kolektif.
2. Metode klasikal khusus diberikan untuk bidang studi yang diujikan oleh pemerintah
3. Metode akselerasi khusus diberikan untuk bidang studi kajian islamiyah dan bahasa Arab/ Inggris
4. Setiap ahli shuffah dimungkinkan untuk memperoleh 2 (dua) ijazah resmi (diakui oleh sistem pendidikan nasional).
5. Setiap ahli shuffah berhak menyelesaikan program studinya lebih awal sesuai prestasinya dan berpeluang mendapat sponsorship untuk belajar di perguruan tinggi bonafid dalam/ luar negeri.
Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar diberikan bagi ahli shufah yang duduk di kelas III Al Mutawasithoh dan kelas III Al Tsnawiyah guna mengoptimalisasikan penguasaan konsep yang telah diperolehnya agar dapat mengembangkan diri pada jenjang–jenjang pendidikan lebih tinggi. Selain itu, program ini sebagai antisipasi penyaluran Minat, Bakat dan Kemampuan (MBK) santri terhadap suatu bidang materi.
Untuk meningkatkan penguasaan materi Diknas & Depag agar sukses pada UAN dan SPMB, Al Fatah bekerjasama dengan Lembaga Bimbingan Belajar Sony Sugema Bandung sejak tahun 1997-2002. Kemudian, mulai TP 2003-2004 Al Fatah telah mengadakan bimbingan secara mandiri dengan tetap mendapat bimbingan SSC. Sementara itu, untuk menyukseskan pencapaian materi dirosah diniyah sehingga dapat diterima di IAIN, LIPIA dan Al Azhar, Mesir, Al Fatah mengadakan bimbingan khusus dirosah diniyah yang diasuh oleh guru Al Fatah.
Tahfidzul Quran wa Hadits
Al Fatah mengadakan program khusus tahfizul Quran dan Hadits agar dapat menghasilkan santri yang hafal 30 juz dan 3000 hadits selama 6 tahun. Program ini dilaksanakan di masjid dan diikuti oleh semua santri..
Bagi mereka yang telah menyelesaikan program di atas dengan mendapat predikat baik akan mendapat syahadah dari mahad. Bahkan, akan mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri.
Tahrikul Lughoh/ Program Bahasa
Al Fatah menganggap bahwa bahasa (Arab/Inggris) merupakan salah satu program unggulan yang harus mendapat perhatian dan penanganan secara khusus. Kedua bahasa ini merupakan bahasa resmi yang digunakan di Al Fatah dan bahasa pengantar untuk sebagian besar mata pelajaran yang diajarkan di dalam kelas. Oleh karena itu, ahlu shuffah yang telah 6 (enam) bulan berada di lingkungan shuffah, diharuskan menggunakan kedua bahasa ini dalam percakapan harian.
Agar program ini sukses, ahlu shufah mengikuti program intensif selama enam bulan. Mereka mendapat bimbingan dan pembinaan dalam bentuk pemberian mufrodat atau kosakata yang dipandu oleh Penggerak Bahasa.
Program Komputer
Era globalisasi yang sarat dengan transformasi dan informasi secara besar-besaran di segala bidang menuntut kita untuk lebih siap menghadapi perubahan. Secara umum perubahan itu ternyata ditandai oleh adanya penggunaan teknologi super canggih yang diwakili oleh sistem komputerisasi.
Untuk merespon perubahan di atas, Al Fatah mulai tahun pendidikan 2003 sudah membuka program komputer bagi para ahlu shufahnya. Program ini dimasukan dalam kegiatan intrakurikuler yang dimulai dari kelas satu Al Mutawasithoh sampai dengan kelas tiga Al Tsanawiyah dengan jatah pertemuan satu kali dalam sepekan.
Sasaran program ini adalah ahli shufah dapat mengenal perangkat keras dan lunak sebuah komputer, memahami dasar-dasar pengetahuan komputer, dan mampu mengoperasikan program aplikasi, antara lain;: microsoft word 2000, microsoft exel 2000, dan power point 2000.
Program Ekstrakurikuler
Al Fatah menyelenggarakan program ekstrakurikuler guna melengkapi ahli shuffah di bidang keterampilan. Program ini terdiri dari
1. program wajib meliputi riyadloh (karate, tapak suci) dan
2. program pilihan, meliputi menjahit, jurnalistik, kepramukaan, elektronik, seni tilawah, kaligrafi, dan olahraga ( bolakaki, bola basket, bola volley, badminton, dan tennis meja).