Arsip untuk Tausiyah

Dia Mencium Bau Surga

Di dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Hurairah rhodiyallaahu ‘anhu, Rasululllah shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “ Ada tujuh golongan orang yang mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya… diantaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah.”

Dan di dalam sebuah hadits shohih yang berasal dari Anas bin an-Nadhr rhodiyallaahu ‘anhu, ketika perang Uhud ia berkata,”Wah …. angin surga, sunguh aku telah mencium wangi surga yang berasal dari balik gunung Uhud.” Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

UMAT ISLAM JADI REBUTAN

UMAT ISLAM JADI REBUTAN

Oleh: Ust. Adjie Muslim

الحمد لله، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لاشريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده. اللهم صل على نبينا محمد وعلى أله وأصحابه ومن تبعه ومن واله ومن اتبعه. ماشاء الله كان ومالم يشأ لم يكن ولاحول ولا قوة إلابالله. أما بعد: قال الله تعالى أعوذ بالله من الشيطان الرجيــم. ياأيهـا الذين أمنوااتقو الله حق تقـاته ولا تموتن إلاوأنتم مسلمون، واعتصموابحبل الله جميعـــا ولاتفرقوا….الآية Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Bila Selalu Mengingat Mati

Bila Selalu Mengingat Mati

Sehalus-halus kehinaan di sisi ALLOH adalah tercerabutnya kedekatan kita dari sisi-Nya. Hal ini biasanya ditandai dengan kualitas ibadah yang jauh dari meningkat, atau bahkan malah menurun. Tidak bertambah bagus ibadahnya, tidak bertambah pula ilmu yang dapat membuatnya takut kepada ALLOH, bahkan justru maksiat pun sudah mulai dilakukan, dan anehnya yang bersangkutan tidak merasa rugi. Inilah tanda-tanda akan tercerabutnya nikmat berdekatan bersama ALLOH Azza wa Jalla. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Rahasia Khusyuk Dalam Shalat

Rahasia Khusyuk Dalam Shalat

Katakanlah: “Sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah (SWT), Tuhan semesta alam.” (QS. Al An’am 6: 162)

Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, sangat waro’ (hati-hati) dan sangat khusyuk sholatnya. Namun dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk. Maka ia selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih khusyuk dalam ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk.Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid (budak)
bernama Hatim Al Isam dan bertanya, “Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan sholat ?” Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »